Sosialisasi Penanganan Luka tertusuk Jarum oleh Tim K3RS RSUD Budhi Asih (11/januari/2013)

Sosialisasi Penanganan Luka tertusuk Jarum oleh Tim K3RS RSUD Budhi Asih (11/januari/2013)

Waspadalah Needle Stick Injury!
April 4, 2012 Nursing

by Sugeng Bralink | indonesiannursingtrainers.com

Profesi perawat adalah profesi yang tidak bisa lepas kontak dengan yang namanya jarum suntik. Baik yang bekerja di Rumah Sakit, Puskesmas dan dimana saja. Apalagi bagi para ‘Mantri Suntik’ atau ‘Mantri Keliling’ di pedesaan. Jaman dulu yang namanya orang desa kalau sedang sakit terus datang ke Mantri, kalau nggak disuntik rasanya nggak marem.

Seiring perkembangan zaman dan teknologi informasi yang begitu cepat, seorang perawat juga harus meningkatkan profesionalismenya dalam memberikan pelayanan. Baik pelayanan di tempat kerja ataupun pelayanan di masyarakat. Satu hal yang menjadi sorotan saya dalam tulisan kali ini adalah tentang luka yang terjadi dikarenakan jarum suntik, dalam bahasa inggris nya dikenal istilah Needle Stick Injury [NSI].

NHS [National Health Service] di UK tahun 2009 mengungkap angka 400.000 luka/injury yang disebabkan karena jarum suntik dan benda tajam menimpa pekerja kesehatan. Kalau di Indonesia sendiri, saya belum menemukan data terkait.

Sebuah pesan yang ingin saya sampaikan melalui tulisan ini adalah bahwa kita sebagai tenaga kesehatan profesional harus mewaspadai akan bahaya yang mengancam setiap waktu. Bahaya yang terkait dengan tusukan jarum suntik atau benda-benda tajam alat kesehatan misal jarum jahit, ampul, lancet dan benda-benda tajam lainnya.

Kenapa kita perlu waspada?

Jarum suntik yang masih baru dan steril bukanlah resiko yang terlalu menakutkan. Karena jarum baru hanya mempunyai resiko menusuk yang berakibat sakit dan berdarah. Tapi akan berbeda ketika jarum yang menusuk kita adalah jarum yang sudah terkontaminasi dengan pasien. Jarum yang sudah kontak dengan darah pasien mempunyai kemungkinan kontak dengan kuman-kuman penyebab penyakit yang ditularkan lewat darah. Dalam istilah bahasa inggris dikenal dengan Bloodborne pathogens.

Bloodborne pathogens are infectious microorganisms in human blood that can cause disease in humans (OSHA). Bloodborne pathogens adalah infeksi mikroorganisme dalam darah manusia yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia. Pathogen ini meliputi 3 kelompok penyakit yang sampai saat ini masih sulit disembuhkan yaitu Hepatitis B, Hepatitis C dan HIV.

Angka kejadian 3 penyakit yang disebabkan oleh virus diatas akhir-akhir ini semakin meningkat. Mungkin ada diantara rekan kita yang setiap hari berhadapan langsung dan melayani mereka. Sudah sadarkah akan bahaya yang mengancam ini? Kalau belum, segeralah sadar akan bahaya-bahaya ini!

Tulisan ini saya buat bukan untuk menggurui namun sekedar berbagi untuk menanamkan kesadaran ke sesama profesi yaitu perawat atau nurse. Kalau bukan kita yang menyadari dan menjaganya, terus siapa lagi? Dengan kesadaran akan bahaya yang mengancam perawat setiap saat dari NSI ini, maka perawat diharapkan mampu mengantisipasinya dengan berhati-hati setiap saat melakukan tindakan-tindakan dengan jarum suntik dan benda-benda tajam lainnya [sharp objects].

Dukhan, 2 April 2012
http://www.indonesiannursingtrainers.com/waspadalah-needle-stick-injury/#more-1194

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: